5 Elang, cerita tentang kehidupan Pramuka Penggalang

Ada seorang Pramuka yang selalu bangga dengan ke-pramuka-annya, ia selalu bangga memperkenalkan diri “Saya Rusdi Badarudin, Penggalang“. Ada pula di Aldi yang sedang mengikuti kemauan masa pubernya yang jago berenang namun suka seenaknya. Lain halnya dengan si jago api, Anton yang selalu setia kawan. Kesemuanya juga berbeda dengan Baron yang anak pindahan dari Jakarta yang suka main dan jago RC (mobil Remote Control), seorang anak yang cerdas, pintar namun sedikit sombong. Dalam sebuah perjalanan kegiatan, akhirnya mereka mendapat rekan baru, Sindai.

Cerita yang bersetting Kota Balikpapan Propinsi Kalimantan Timur  ini seru sekali buat ditonton anak-anak, apalagi seorang pramuka penggalang yang masih belum paham betul bagaimana seharusnya menjadi pramuka. Suasana dalam sistem dan kegiatan regu, bisa saja merubah sifat dan kebiasaan seseorang menjadi yang lebih baik. Ada juga situasi yang membuat kita belajar atau mengajarkan sesuatu pada teman-teman kita. Sungguh menyenangkan dalam kehidupan beregu di perkemahan BINTANG UTAMA.

Pada akhir cerita, ada regu yang ambisius mencapai tujuannya menjadi pemenang. Namun, regu Elang yang meski tidak menjadi pemenang perkemahan BINTANG UTAMA, namun berhasil menjadi pramuka sejati yang selalu siap menghadapi dan menyelesaikan segala masalah dan rintangan. Mereka juga akhirnya menjadi sebuah ‘genk’ yang sangat kompak.

Untuk yang belum menonton, sebaiknya segera tonton deh. Kurang afdol jadi pramuka kalau belum menonton film ini.

Mulai Bangkit Lagi

Geliat Pramuka Spenivda yang hampir 2 tahun ini tidak begitu terasa detaknya, kini mulai bangkit lagi. Walaupun tidak sekencang ketika blog ini diterbitkan, namun setidaknya mulai ada gairah yang membangkitkan semangat warga SSC.

Dari tahun ke tahun, pramuka SMP Negeri 4 Sidoarjo sering kali memenangkan berbagai macam kejuaraan lomba kepramukaan setiap even-nya. Namun, hampir 2 tahun terakhir ini tidak ada geliatnya. Keputusasaan, lemah semangat dan pesimistis melanda hati para SSC Lover waktu itu. Namun alhamdulillah, kemarin, tepatnya 26 Juli 2011, kita masih dapat membuktikan bahwa kita masih punya semangat yang tangguh. Dari lomba Penggalang Terampil Pramuka Kwartir Cabang Sidoarjo 2011, regu putri berhasil menyabet juara III. Sungguh suatu awal yang baik.

Terima kasih kakak pembina, terima kasih bapak ibu guru, terima kasih semua.

Jambore Cabang yang mengesankan

Apa yang dikatakan orang mungkin tak sama dengan yang dirasakan oleh seorang pramuka sejati. Dalam Jambore Cabang Sidoarjo 2010 kemarin 18-20 Januari 2010 dirasakan begitu membekas dalam benak setiap anggota SSC yang turut serta di dalamnya. Bagaimana tidak, di kegiatan itu walaupun kita tidak jadi regu tergiat namun banyak hal yang dirasa oleh peserta SSC yang dapat dibilang membanggakan. Salah satu hal membanggakan itu adalah upacara pembukaan dan penutupannya digawangi oleh seluruh peserta dari SSC. Padahal pada persiapan upacara penutupannya saja mau diganti dengan regu lain, eh . . . karena dianggap tidak mampu oleh panitia bagian upacara, petugas itu diundurkan dan diganti dengan petugas upacara pembukaan dari SSC.
Sungguh luar biasa. Ternyata apa yang selama ini dilatihkan di gugus depan memang terbukti membawa hasil bagi kita.
Sementara itu, pembina pendamping (putri) kita di sana hanya bertugas memantau kegiatan kami. Dan pembina putra (karena SSC tidak mengirim regu putra) menjadi panitia yang sama sekali sudah tidak mengurusi kegiatan kami di lapangan. Katanya, “Itu biar kalian mandiri di kegiatan”. Memang kalimat itu terkesan sentimentil bagi kami, tapi setelah kegiatan ini berjalan ternyata kalimat itu membuat kami bersemangat dan menghasilkan sesuatu yang membanggakan.
Eh iya, dalam salah satu kegiatan yang dilombakan, kami juara I lho. Duh, senangnya . . . .
Terima kasih kak Ike, kak Ajeng, kak Ridwan dan terima kasih kak Imbar. Semoga di kegiatan yang akan datang kita akan selalu menjadi yang terbaik.

Media Belajar Kita

Awal mula dibuatnya blog ini adalah berangkat dari ingin adanya media komunikasi dan publikasi antar kita, yaitu antar sesama anggota Pramuka utamanya di gugus depan Sidoarjo 01199-01200. Seiring dengan perkembangan jaman dan teknologinya, hadirlah situs jejaring sosial atau pertemanan, mulai dari friendster, facebook dan lainnya. Setidaknya, sekarang sudah hampir lengkap media yang kita miliki. Namun, apakah kehadiran media-media ini dapat membawa dampak bagi perkembangan adik-adik terutama dalam hal pendidikan.

Oleh karena itu, kami berupaya agar media ini bisa juga menjadi sebagai sarana belajar untuk kita semua. Salah satunya dengan menambah konten/isi yang bernilai pendidikan di menu download. Untuk sementara masih beberapa saja yang disediakan di sana. Namun sedikit itupun Insya ALLAH akan bermanfaat untuk semua. Dan kemungkinan juga akan ditambahkan yang lain.

~ Selamat Belajar ~

Our Spectacular Persami 2k9

Sesuai dengan judul postingan ini, tentu saja banyak hal-hal yang spektakuler yang terjadi pada Perkemahan Sabtu Minggu Pramuka SMP Negeri 4 Sidoarjo yang berlangsung pada tanggal 7-8 November 2009.

Dimulai pukul 13.00, peserta persami yang merupakan siswa kelas 7 SMP Negeri 4 Sidoarjo ini, datang. Sebanyak 30 regu yang terdiri dari 13 regu putra dan 17 regu putri ikut serta dalam acara spektakuler kali ini. Upacara pembukaan dimulai pukul 15.00 WIB dengan dipimpin oleh Satrio Muji Raharjo sebagai pratama upacara. Dan  bertindak sebagai inspektur upacara adalah bapak Muflich Hasyim, M.Pd selaku Kepala SMP Negeri 4 Sidoarjo. Upacara pembukaan terlakasana begitu hikmad. Pada upacara kali in, terjadi beberapa hal yang  spektakuler selain pelatikan penerimaan anggota baru. Antara lain pelantikan penyerahan jabatan pratama pasukan Ken Arok-Ken Dedes tahun 2008/2009, yaitu Ali Machfud dan Aisyah Farah Rizka, ke pratama pasukan tahun 2009/2010, yaitu Ekky Reno Priyambodo dan Rima Khaira Afiani. Yang kedua adalah pelepasan pramuka penggalang untuk berpindah ke pramuka penegak yang diwakili oleh Raditya Putra Bayu dan Lailatul Maghfiroh.

Sesaat setelah upacara pembukaan, dilanjutkan dengan demonstrasi yel-yel pramuka oleh 10 orang kakak kelas 8 dan 9. Yel-yel ini berlangsung sekitar 10 menit. Dan adik-adikpun mengapresiasikannya dengan baik. Setelah itu, terjadi sesuatu yang spektakuler lagi. Yaitu atraksi semaphore untuk menyambut kedatangan peserta persami yang ditampilkan oleh Ali Machfud kelas 9c, Rima Khaira Afiani kelas 9c, Aisyah Farah Rizka kelas 9c, Eka Ayu Ervaliana kelas 9e, Shatalia Bella Pratiwi kelas 8b, M. Ardiansyah kleas 8c, M. Abqori kelas 8b, Ekky Reno Priyambodo kelas 9b, Revadyansyah 9a, dan Winny Risky Eka Putri kelas 8d. Atraksi semaphore ini diiringi dengan lagu yang berekspresi bersemangat yang berjul Pejuang Cinta dari grup band Hello. Pertunjukan ini mendapat tepuk tangan yang meriah dari seluruh peserta sebagai tanda apresiasi yang membanggakan.

Dengan berakhirnya atraksi semaphore ini, maka dimulailah pula aktivitas inti dari kegiatan persami. Acara pertama adalah pretest soal-soal tekspram. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengukur sampai sejauh mana kemampuan dasar siswa kelas 7 tentang kepramukaan. Kemudian dilanjutkan dengan ishoma sampai dengan pukul 19.00 WIB dan dimulailah acara materi dasar kepramukaan yang dipandu oleh Kak Ike Fatmawati selaku pembina satuan dan Kak Ajeng Mari’atul selaku alumni pramuka spenivda hingga pukul 21.00. Lalu dilanjutkan dengan acara spektakuler unggun gembira. Begitu meraihnya malam minggu saat itu dengan kemilauan bintang-bintang dan diwarnai dengan kembang api yang menyala. Suasana malam itu begitu meriah. Diawali dengan upacara api unggun, dengan bapak Muflich Hasyim, M.Pd sebagai inspektur upacara dan pembacaan Dasa Dharma Pramuka oleh 10 orang adik-adik kelas 7. Pasukan obor yang telah memasuki lapangan merupakan pertanda dimulainya api unggun. Dan dimeriahkan oleh penampilan spektakuler dari beberapa perwakilan kelas peserta. Upacara api unggun ini berakhir sampai dengan pukul 23.00 WIB. Dan adik-adik dipersilahkan untuk tidur dan beristirahat.

Pelepasan Anggota LamaNamun, tiba-tiba pada hari minggu tanggal 8 November pukul 01.00 WIB peserta dibangunkan untuk mengikuti renungan malam. Renungan malam berlangsung penuh kehisterisan karena pada saat itu adik-adik kelas 7 mendapat siraman kerohanian yang bisa mengingatkan mereka untuk berterima kasih akan jasa orang tuanya terutama ibunda selama ini. Banyak diantara peserta renungan malam yang terenyuh akan cerita yang dibawakan oleh Kak Ike Fatmawati dan  Kak Ajeng yang kemudian ditandai dengan jatuhnya air mata mereka serta tangisan yang memilukan dari mereka. Dengan adanya renungan pada malam itu, membuat salah satu peserta yang langsung menghubungi orang tuanya untuk meminta maaf dengan berlinangan air mata. Hal ini karena dalam renungan tersebut banyak membuat mereka merasakan begitu pentingnya kehadiran orang tua mereka dan betapa bersalahnya mereka selama ini.

Pagi harinya, acara diawali dengan giat pribadi dan dilanjutkan olahraga dan senam pagi lalu sarapan bersama untuk membangun rasa kebersamaan. Dengan mengenakan seragam olahraga, adik-adik kelas 7 memulai penjelajahan mereka yang dibuka dengan menggunakan isyarat semaphore oleh Kak Rima Khaira Afiani kelas 9c.

Setelah istirahat siang, dilakukan upacara penutupan dan selanjutnya semua peserta pulang.

Dari kegiatan ini, adik-adik peserta banyak mengambil kihmah dan manfaat. Di antaranya kegiatan ini secara keseluruhan, 90% dipersiapkan dan dilaksanakan oleh anggota SSC. Ini artinya bahwa keberhasilan pembinaan kepramukaan di sekolah kita ini begitu terasa, di mana pembina merupakan konsultan dalam setiap persiapan maupun kegiatan yang diselenggarakan. Semoga pramuka kita semakin jaya. (lala n imbro)

Sebuah Renungan untuk Kita semua

4922_1013070146911_1829778010_21624_3708575_nSetelah membaca tulisan/komentar dari Oktober 2009 EKKY PRIAMBODO di blog ini pada yang berisikan sebuah penyesalan atas kekalahannya dalam salah satu kegiatan lomba pada peringatan HUT Pramuka Agustus 2009 lalu, membuat saya menjadi terharu dan ingin mengungkapkan sesuatu.

Bahwa pada dasarnya dalam pendidikan kepramukaan bukanlah ditekankan suatu regu atau seorang pramuka harus selalu menjadi pemenang dalam suatu kegiatan lomba. Hal ini juga sudah pernah dituliskan pengasuh blog ini dalam sebuah balasan komentar kepada Kak Sis pada blog ini pada tulisan Loka Karya: Pengembangan Model Gugusdepan. Bahwa sebenarnya pendidikan pramuka digunakan sebagai sarana motivasi dan pembentukan mental yang kuat. Di mana apabila mengalami suatu kekalahan itulah saatnya kita harus belajar dan bukan menyesali diri. Kemenangan yang terus menerus bukan membuat seorang pramuka menjadi semakin hebat melainkan lebih sering membuatnya semakin sombong. Artinya: barang siapa yang selalu mengalami kemenangan maka dia/mereka mestinya bersyukur dengan diberikan suatu pelajaran yang sangat berarti. Sebaliknya jika seseorang itu selalu menang, maka akan muncul anggapan bahwa tidak yang lebih darinya yang pada akhirnya semakin memuncakkan kesombongannya.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430H

Segenap keluarga besar
Gerakan Pramuka
Gugus Depan Sidoarjo 01199-01200

– SMP Negeri 4 Sidoarjo –
mengucapkan:

banner_lebaran_1

Ditulis dalam Info Kegiatan, Lain-lain, Sahabat Kita, Semangat Pramuka. Kaitkata: , , . Komentar Dimatikan

Dirgahayu Pramuka ke-48

cdn.applatform.com pesan penting

Pada 14 Agustus 48 tahun yang lalu telah ditetapkan sebagai hari lahir Gerakan Pramuka di Indonesia yang merupakan langkah konkret dalam membina generasi muda Indonesia serta untuk mempersatukan visi dan misi seluruh elemen masyarakat Indonesia dan tidak membedakan suku, agama ras maupun keterlibatannya dalam organisasi massa maupun politik. Hal ini ditandai dengan ditandatanganinya Keputusan Presiden nomor 238 tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka. Sungguh mulia niat tersebut jika itu benar-benar terealisasi.
Namun kenyataannya di saat ini, masih banyak orang dan generasi muda yang masih belum mengerti apa itu kepramukaan. Ada juga yang sudah mengerti bahkan sudah memiliki status sebagai senior dalam organisasi ini tetapi malah mendukung organisasi lain yang sejenis, yang notabene memiliki visi atau misi politis atau bersifat golongan. Padahal dalam kepres tersebut, jelas disebutkan bahwa organisasi yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan (satu-satunya) adalah Gerakan Pramuka dan organisasi lain yang sejenis (mempunyai maksud yang sama) dilarang adanya. Sehingga bisa dikatakan, menyelenggarakan kegiatan kepanduan di luar Gerakan Pramuka (dengan organisasi lain) adalah suatu pelanggaran yang fatal. Namun, pada kenyataannya akhir-akhir ini semakin banyak organisasi kepanduan yang bernaung di bawah suatu ormas ataupun organisasi politik.
Sungguh ironis . . . .

Bahkan banyak ragam kegiatan pramuka yang diadopsi organisasi maupun sekelompok orang untuk suatu misi komersial (misalnya: OUTBOUND). Naifnya lagi, jika kegiatan tersebut “dibungkus” dengan label pramuka, maka akan menjadi tidak laku.

Yang perlu kita pikirkan saat ini adalah bagaimana kita bisa mengembalikan kejayaan pramuka sebagaimana dahulu. Untuk itu, di Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka yang ke-48 ini marilah kita semua kembali belajar untuk bisa menekan ego masing-masing untuk kemudian kita belajar lebih konsisten dengan prinsip dan aturan yang berlaku.

Ini salah siapa?

Bulan Agustus adalah bulan yang paling sibuk buat insan pecinta kegiatan pramuka. Selain ada perayaan HUT Kemerdekaan RI, juga ada hari ulang tahun Gerakan Pramuka itu sendiri. Masing-masing kwartir mulai dari ranting sampai cabang bahkan daerah dan nasional semua mempersiapkan perhelatan akbar itu.

log_wosm

Di antara acara penyambutan hari itu ada kegiatan upacara dan lomba, baik lomba tingkat Siaga, Penggalang maupun Penegak. Tetapi yang paling dan sangat disayangkan adalah lomba Penggalang Prestasi yang diselenggarakan Kwartir Cabang Sidoarjo kali ini. Apa sebab?

Itu karena ada kecurangan di antara pembina pramuka yang dijadikan panitia dan juri dalam lomba ini. Sampai-sampai ada peserta yang melaporkan hasil pemenang kegiatan secara total, padahal kegiatan lomba masih berlangsung dan belum selesai sepenuhnya. Dan lebih parahnya lagi, para peserta yang dinyatakan menang oleh juri ini dipanggil oleh panitia untuk segera mengumpulkan tugas, padahal hasil kegiatan lomba sudah diketahui banyak orang. Kemungkinan yang memanggil peserta itu adalah pembina dari peserta itu sendiri karena takut nilai yang masuk ke juri belum lengkap karena sudah dinyatakan menang.

Sungguh, ini merupakan fenomena begitu amat sangat memalukan bagi citra pramuka sendiri.

Lantas, siapa yang salah di antara mereka? Apakah pramuka yang baik selalu identik dengan kemenangannya dalam kegiatan yang bersifat lomba walaupun kemenangan itu diraih dengan jalan yang tidak jujur?

Mari kita renungkan bersama . . . . . . . . . . .. . . .

Apa kabar Pramuka Garuda Sidoarjo

Untuk yang ke sekian kalinya SSC mengucapkan ‘Selamat‘. Kali ini ucapan itu kita persembahkan buat 4 orang anggota SSC yang berhasil melewati masa-masa sulit dalam seleksi Pramuka yang diselenggarakan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur melalui Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sidoarjo. Selamat ya buat kalian berempat.
Tapi, tunggu dulu. Siapa sajakah mereka itu ? Yaa, mereka berempat adalah Aisyah Farah Rizka alias Lala kelas 9C, Eka Ayu Ervaliana alias Ayu’ kelas 9E, Ali Machfud alias Iput kelas 9C dan Ekky Reno kelas 9B.
Semoga mereka bisa menjadi duta pramuka di Sidoarjo umumnya dan di SMP Negeri 4 Sidoarjo khususnya. Sehingga dapat dikatakan sekali lagi sekolah kita mendapat kehormatan dari kwartir cabang berupa kesempatan dan keberhasilan dalam seleksi Pramuka Garuda ini.
O ya, jangan lupa hadiri dan ikuti upacara Hari Pramuka di alun-alun Kabupaten Sidoarjo untuk menyaksikan pelantikan mereka di sana pada hari Sabtu tanggal 15 Agustus 2009*. Dan yang lebih membanggakan lagi, pelantikan mereka dilakukan oleh Bapak Win Hendrarso selaku Bupati Sidoarjo dan Kamabicab Sidoarjo sekaligus disaksikan oleh kedua orang tua mereka.

Wuiiiiih, senengnya . . . . . .

Sungguh tak terbayangkan bangganya. Siapa lagi yang mau seperti itu ? Semua boleh ikut pramuka dan menjadi seperti itu kok, asal saja rajin berlatih dan aktif dalam organisasinya serta mengikuti semua petunjuk pembina pramuka dan majelis pembimbing.

Keterangan: Tanggal 14 Agustus 2009 ada pidato kenegaraan yang dihadiri oleh semua gubernur dan bupati/walikota beserta wakilnya, sehingga pelaksanaan upacara Hari Pramuka diundur.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.