Menerima yang tak diharapkan

dsc_0295Seperti yang terposting pada tulisan terdahulu bahwa kemenangan tak akan selalu berpihak pada semua orang, kalau semua berharap menang dan berhasil lalu siapa yang kalah? Seorang pramuka sejati mestinya siap menerima segala hal yang sebenarnya tak diharapkan, termasuk kekalahan dalam suatu kompetisi.

Terkadang kita sudah melakukan yang terbaik dan sangat maksimal, namun hasilnya mengecewakan. Seolah-olah hal itu begitu menyakitkan. Apalagi bagi pramuka yang baru bergabung dan mengikuti kegiatan lomba. Itu wajar sekali, mengingat kekurangan pasti dimiliki oleh setiap orang apalagi bagi seorang pemula. Ada baiknya kita instropeksi diri dan kelebihan serta kekurangan kita. Nah . . . Di sinilah kita sebenarnya nilai pendidikan yang belum tentu didapatkan dari pendidikan formal dari sekolah. Karena selama ini, penulis melihat bahwa sekolah selalu mempunyai target untuk menang dalam semua kegiatan lomba yang diikutsertainya. Ini sama artinya, bahwa sekolah mengajarkan optimisme yang ideal. Namun, ketika tidak mampu mencapai target maka sekolah tersebut (ada beberapa) mengecam bahkan ada juga yang memecat pembinanya. Ekstrim sekali.sedih

Perlu dipahami bahwa pramuka adalah pendidikan bagi pemenang (siap kalah ataupun menang) dan bukan pendidikan untuk selalu menang (hanya siapa menang dan tidak mau kalah apalagi mengalah). Sehingga ini pada akhirnya menjadi orang yang ingin menang sendiri. Dan, hal ini akan menjadi sangat buruk ketika semangat ingin selalu menang ini menjadi jiwa bagi seorang pramuka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s